← Kembali ke perpustakaan
Creator Gratis 24 Jun 2026

Jual template Notion sendirian: $239 ribu setahun, ~$20 ribu/bulan, modal awal $0

Easlo (nama asli Jason Ruiyi Chin), seorang kreator solo dari Singapura, menjual template Notion tanpa tim, tanpa iklan, dan tanpa pendanaan. Ia memulai pada 2020 sebagai mahasiswa berusia 18 tahun yang memakai Notion untuk menata hidupnya, membagikan template secara gratis sambil membangun audiens secara terbuka di X, lalu menjual template berbayar di Gumroad — di mana satu desain bisa terjual dalam jumlah tak terbatas tanpa stok sama sekali. Template 'Second Brain' seharga $130 saja terjual lebih dari $100.000; penjualan template mencapai $239.000 pada 2022, dan kini ia menghasilkan sekitar $20.000 per bulan dengan lebih dari 356.000 pengikut. Modal awalnya pada dasarnya $0 (Notion, Gumroad, dan X semuanya gratis).

Siapa
Easlo (real name Jason Ruiyi Chin), a solo creator from Singapore; started as an 18-year-old student, sells Notion templates and builds in public
Penghasilan
Startup cost ~$0; flagship $130 'Second Brain' template alone sold over $100K; $239K in template sales in 2022; now ~$20K/month, 356K+ followers on X, $500K+ in total sales; no team/ads/funding
Durasi
2020: 18-year-old organizing life with Notion → builds in public on X, gives away free templates to grow an audience → sells paid templates on Gumroad (zero inventory, sells unlimited) → Second Brain crosses $100K → 2022 sales $239K → ~$20K/month now
Bisnis
Notion-template digital products: package an organizing system into reusable templates, give free ones away and build an audience in public on X, then sell paid versions on Gumroad; zero inventory, zero marginal cost, make once and sell unlimited; expands into a product catalog that compounds over time

Proses

$0
Modal awal
$100K+
Satu template andalan
$239K
Penjualan template 2022
$20K/mo
Penghasilan sekarang
Produk digital dan template Notion di laptop (ilustrasi)
Ruang kerja produk digital (ilustrasi) · Foto: Pexels
Easlo — nama asli Jason Ruiyi Chin, dari Singapura — menjual **template Notion** sebagai kreator solo. **Tanpa tim, tanpa iklan, dan tanpa pendanaan**, ia meraih **$239.000 dari penjualan template pada 2022** dan kini menghasilkan sekitar **$20.000 per bulan** — bermula dari modal awal yang pada dasarnya **$0**.

Tahap 1 — Awal mula: seorang mahasiswa berusia 18 tahun dan sebuah alat bernama Notion

Pada tahun 2020, Easlo hanyalah mahasiswa tahun pertama yang biasa-biasa saja. Seperti kebanyakan orang, ia tenggelam dalam tugas kuliah, catatan, dan daftar pekerjaan, maka ia pun berburu sebuah alat untuk menata hidupnya — dan tak sengaja menemukan Notion.

Tapi ia tidak berhenti pada "memakainya untuk merapikan diri sendiri". Perlahan ia mulai sadar: sistem catatan, papan tugas, dan basis pengetahuan yang ia bangun dengan cermat itu, pada intinya, adalah sebuah "templat" yang bisa dipakai berulang — sebuah metode utuh untuk mengendalikan hidup dan studimu, dikemas sedemikian rupa sehingga orang lain tak perlu memikirkan semuanya dari nol. Mereka tinggal memasukkan isi mereka sendiri lalu jalan.

Gagasan kecil yang tampak biasa itu adalah benih dari segala yang menyusul kemudian.

Tahap 2 — Gratis dulu, membangun secara terbuka: memamerkan pertumbuhannya sendiri secara terbuka di X

Naluri pertama kebanyakan orang adalah: "buat templat yang bagus, lalu cepat-cepat jual". Easlo melakukan kebalikannya — ia memberikannya gratis lebih dulu.

Ia merilis templat-templatnya satu per satu, gratis, dan "membangun secara terbuka" di X (Twitter): terus-menerus membagikan apa yang sedang ia utak-atik di Notion, gagasan produktivitasnya, templat gratis baru yang baru saja ia buat. Tanpa pemasaran yang mengilap — hanya memposting, dan memberi, hari demi hari.

Templat-templat gratis itu adalah batu pijakan, dan semuanya memberinya dua hal yang paling penting: fondasi orang-orang yang sungguh-sungguh memercayainya, dan audiens yang bersedia mendengarkan. Logikanya sederhana — orang dulu, produk kemudian: sebelum kamu punya apa pun untuk dijual, kumpulkan dulu orang banyak yang bersedia membayarmu.

Tahap 3 — Dari "membuat sekali" menjadi "menjual tanpa batas": di Gumroad, satu desain berubah menjadi tambang emas

Hanya setelah kepercayaan dan audiens itu terbentuk, barulah ia mengeluarkan produk berbayar — menjual templat berbayar di Gumroad.

Inilah hal paling indah dari produk digital: sebuah templat yang ia buat hanya sekali bisa dibeli dan diunduh oleh orang ke-1, ke-100, ke-10.000 — tak ada yang dicetak, tak ada yang dikirim, tak ada satu unit pun stok — dan setiap penjualan tambahan nyaris tak menambah biayanya sedikit pun.

Produk andalannya adalah templat "Second Brain" seharga $130 — dan yang ia jual bukan "sebuah halaman Notion", melainkan "sebuah sistem utuh untuk menampung semua ide, catatan, dan proyekmu". Produk yang satu itu saja terjual lebih dari $100.000.

Tahap 4 — Satu orang, tanpa biaya, berlipat ganda menjadi ratusan ribu per tahun

Sejak titik ini, bola salju itu terus membesar. Pada tahun 2022, penjualan templat saja mencapai $239.000; kini ia meraup sekitar $20.000 per bulan, telah mengumpulkan 356.000+ pengikut di X, dan telah menembus $500K dalam total penjualan, menuju angka sejuta.

Dan semua itu — tanpa tim, tanpa iklan, dan tanpa satu sen pun pendanaan — dari biaya awal yang praktis nol (Notion gratis, Gumroad gratis, X gratis). Yang paling mengagumkan: sebagai seorang pemuda Singapura yang sedang menjalani wajib militer, ia membangun sebagian besar dari ini di akhir pekan, sedikit demi sedikit.

"Bangun secara terbuka dan ciptakan audiens sebelum kamu punya sesuatu untuk dijual — dan bagikan template pertamamu secara gratis untuk meraih kepercayaan." — Easlo (diparafrasakan dari wawancara publik)

Sumber: Indie Hackers · Justin Welsh · wawancara publik

Pemikiran

Wawasan 1: Produk digital adalah daya ungkit tertinggi — buat sekali, jual tak terbatas, dengan biaya marginal nol

Satu template Notion membebaninya nyaris sama saja, entah orang ke-1 atau ke-10.000 yang membelinya — tak ada yang perlu dicetak, dikemas, atau distok. Inilah daya ungkit tertinggi yang bisa diraih orang biasa: kemas pengetahuan atau metodemu menjadi aset digital yang kamu buat sekali dan jual tanpa henti. Ini lebih ringan daripada print-on-demand (tanpa biaya cetak) dan lebih mudah diskalakan daripada kerajinan tangan apa pun.

Wawasan 2: Gratis dulu, berbayar kemudian — "gratis" adalah akuisisi pelanggan terbaikmu

Ia tidak berjualan pada hari pertama. Ia membagikan template dan metode, membangun kepercayaan dan audiens, dan baru setelah itu produk berbayar punya pembeli. Untuk produk digital, versi gratis adalah pemasaran termurah dan paling efektif: biarkan orang merasakan nilaimu, dan konversi berbayar pun menjadi alami. Jangan takut membagikan sesuatu secara gratis.

Wawasan 3: Bangun secara terbuka — jadikan prosesnya sendiri sebagai sumber traffic-mu

Ia membangun secara terbuka di X, memposting karyanya, templatenya, dan prosesnya, lalu menumbuhkan audiens lebih dari 350 ribu. Membangun secara terbuka mengubah pertumbuhanmu sendiri menjadi konten dan kanal pelanggan: orang mengikuti bukan hanya produknya, tapi kamu dan perjalananmu. Audiens adalah parit pertahanan terbesar sebuah produk digital — produk bisa ditiru; hubunganmu dengan audiens tidak.

Wawasan 4: Produktifkan satu metode spesifik — kamu bukan menjual template, kamu menjual sistem yang sudah dikemas

Ia tidak menjual "sebuah halaman Notion"; ia menjual "Second Brain" — seluruh metodologi yang sudah dikemas. Orang membayar untuk melewatkan waktu mencari tahu sendiri: ambil sebuah sistem yang dibutuhkan orang lain tapi tak akan mereka bangun, dan bangunkan untuk mereka. Masalah yang kamu pecahkan setiap hari, hal yang kamu lakukan lebih baik daripada kebanyakan orang — semuanya bisa menjadi produk digital.

Wawasan 5: Mendalam di satu platform, mainkan permainan jangka panjang

Ia tidak menyebar tipis-tipis; ia mendalami satu platform (X) dan konsisten selama bertahun-tahun. Lebih baik membuat satu platform berhasil daripada coba-coba di lima platform. Efek majemuk produk digital butuh waktu — audiens, kepercayaan, dan katalog produk terbangun perlahan, dan mereka yang bertahan dalam "permainan jangka panjang" adalah yang memetik bunga majemuknya.


Tindakan

Langkah 1: Pilih satu "sistem / metode" yang sudah kamu kuasai dan juga dibutuhkan orang lain

Suatu sistem penataan, alur kerja, checklist, atau basis pengetahuan yang sudah kamu pakai… temukan sesuatu yang benar-benar kamu gunakan dan diinginkan orang lain tapi tak akan mereka bangun sendiri, lalu ubah menjadi template (Notion, Canva, spreadsheet, e-book — semuanya bisa). Bermula dari kebutuhan nyatamu sendiri adalah cara termudah untuk membuatnya bagus.

Langkah 2: Buat versi gratis dulu dan bagikan untuk membangun kepercayaan

Jangan berjualan pada hari pertama. Buat template/sumber daya gratis yang bisa dipakai dan bagikan, agar orang merasakan nilaimu. Versi gratis adalah akuisisi termurahmu — ia memberimu basis pertama orang-orang yang mempercayaimu.

Langkah 3: Bangun secara terbuka di satu platform, posting secara konsisten

Pilih satu platform (X, Xiaohongshu, YouTube, LinkedIn) dan bagikan secara terbuka prosesmu, metodemu, sumber daya gratismu. Jangan menunggu sempurna — posting secara konsisten mengalahkan posting secara sempurna. Audiensmu adalah asetmu yang terbesar.

Langkah 4: Luncurkan versi berbayar di platform tanpa biaya

Kemas versi lanjutan/lengkap sebagai produk berbayar di Gumroad, Lemon Squeezy, unduhan digital Etsy, atau halamanmu sendiri — biaya nyaris nol, nol stok, nol pengiriman, jual sekali dan selamanya. Pasang harga rendah untuk menguji, lalu iterasi dan naikkan harga setelah orang membeli.

Langkah 5: Perluas lini produk, kendarai efek majemuk jangka panjang

Setelah produk pertamamu berhasil, buat lebih banyak template/produk di sekitar audiens yang sama untuk membangun katalog. Uang dari produk digital itu majemuk: audiens, kepercayaan, dan produk menumpuk seiring waktu. Kuncinya adalah terus berjalan — jangan berhenti setelah beberapa bulan datar.

Bukan untukmu jika: kamu ingin "membuat satu template lalu menghasilkan secara pasif" (bagian awal menuntut membangun audiens secara konsisten, membagikan gratis, dan bertahan dari masa awal yang sepi); kamu tak mau berbagi secara publik atau membuat konten; atau kamu ingin uang cepat hari ini (produk digital adalah permainan jangka panjang dengan efek majemuk yang lambat).